Analisis Perbandingan Efisiensi Termal PLTU Berdasarkan Net Plant Heat Rate dengan Metode Uji Statistik Deskriptif dan t-Test: Studi Kasus pada PLTU di Kutai Kartanegara
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Net Plant Heat Rate (NPHR) adalah salah satu parameter kehandalan dan efisien suatu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Semakin rendah nilai NPHR pada PLTU maka semakin efisien unit pembangkit tersebut dan semakin besar nilai NPHR pada PLTU maka semakin rendah tingkat effisiensinya. Ada 3 indikator utama yang menggambarkan indikasi perubahan nilai NPHR pada PLTU yaitu beban netto (kWh netto) yang disuplai oleh PLTU, jumlah pemakaian batubara dan nilai kalori batubara. Beban netto dan nilai NPHR ini berbading lurus dalam peningkatannya, semakin besar beban netto yang disupplai PLTU ke sistem jaringan, maka nilai NPHR akan semakin kecil dan begitupun sebaliknya. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan nilai NPHR dengan data yang didapat untuk membandingkan tingkat efisiensi kedua pembangkit pada salah satu PLTU di Kutai Kartanegara. Untuk mendapatkan hasil data yang valid dan akurat dilakukan pengujian hasil data menggunakan metode uji statistik deskriftif untuk melihat karakteristik data yang didapatkan kemudian setelah itu dilakukan kembali uji t-Test dengan variasi sample yang berbeda dengan tujuan mendapatkan kevalidan hasil data yang didapatkan berdasarkan perhitungan. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan nilai rata-rata NPHR dari PLTU unit 1 sebesar 4492.34 kCal/kWh, sedangkan rata-rata NPHR dari PLTU unit 2 adalah 4448.8 kCal/kWh. Hal ini menunjukkan bahwa PLTU unit 2 memiliki efisiensi termal yang lebih tinggi daripada PLTU unit 1. Adapun varians NPHR dari PLTU unit 1 adalah 8271.28 kCal/kWh, sedangkan varians NPHR dari PLTU unit 2 adalah 6127.6 kCal/kWh. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data NPHR dari PLTU unit 2 lebih kecil daripada PLTU unit 1. Hasil uji t-Test dari NPHR masing-masing unit diperoleh nilai t-Stat sebesar 2.02 pada unit 1 yang lebih besar dari nilai t- Critical one-tail sebesar 1.671 dan t-Critical two-tail sebesar 2.00. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara NPHR dari PLTU. Adapun nilai P(T<=t) one-tail yang didapat sebesar 0.024 dan P(T<=t) two-tail sebesar 0.04786 yang keduanya lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05 sehingga menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) yang menyatakan tidak ada perbedaan antara NPHR dari kedua PLTU ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima dengan kesimpulan bahwa ada perbedaan antara NPHR unit 1 dan unit 2. Dapat dilihat pula hasil uji t-Test menunjukkan nilai t stat yang positif di unit 1, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan keyakinan 95% tingkat efisiensi thermal berdasarkan nilai NPHR di unit 2 lebih baik daripada unit 1.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- [1] Agus Apriyanto. (2018), “Analisis Efisiensi Termal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Terhadap Pengaruh Nilai Kalori Batu Bara. Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai”, Vol. 3 No.1 ISSN: 2548-6411.
- [2] Arfiansyah, M., Yandri, & Hiendro, A. (2023). Analisis Pengaruh Overhaul Terhadap Efisiensi Termal PLTU Bengkayang 2 × 50 MW. Jurnal Untan Vol. 11 No. 1.
- [3] Arief Hario Prambudi. (2014). Analisis Konversi Energi Batubara Di Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT Indorama Synthetics Tbk. Universitas Pendidikan Indonesia Hal. 1-2.
- [4] Hanzen Yauri Kurniawan, Hardi Gunawan, & Benny Maluegha. (2015). Kajian Efisiensi Termal Dari Boiler Di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Amurang Unit 1. Vol. 4 No. 2.
- [5] Harfani Satria, Muhamad Haddin, & Agus Adhi Nugroho. (2021). Metode Direct Untuk Mengetahui Net Plant Heat Rate Unit #10 PLTU Rembang Ketika Simple Inspection Unit #20. Jurnal Universitas Muhammadiah Semarang Vol. 14 No.1 ISSN: 2579-972X.
- [6] Napianus Budianto, Kho Hie Kwee, & Ayong Hiendro. (2018). Analisa Pengaruh Laju Kalor Terhadap Efisiensi Termal PLTU Sintang (3x7 MW). Jurnal Untan Vol .2 No. 1
- [7] Yolnasdi & Simson Alfonso Nainggolan. (2021). Analisa Peningkatan Nilai Net Plant Heat Rate (NPHR) pada Unit 1 PLTU Tenayan 2 x 110 MW. Universitas Muhammadiyah Riau Vol. 8 No. 1 ISSN: 2354-6751. N. A. K.
- [8] Dewi, T. Trisnawati, and M. Kristina, (2020) “The Drill Method with Realistic Approach to Improve Learning Outcomes of Descriptive Statistics in Higher Education,” JINoP J. Inov. Pembelajaran, vol. 6, No. 2.
- [9] Magdalena R, Maria A.K. (2019). Analisis Penyebab dan Solusi Rekonsiliasi Finished Goods Menggunakan Hipotesis Statistik dengan Metode Pengujian Independent Sample t-Test di PT. Merck, Tbk. Jurnal Tekno (Civil Engineering, Electrical Engineering and Industrial Engineering) Vol. 16 No. 1 ISSN:1907-5243
- [10] L. D. Martias. (2021) “STATISTIKA DESKRIPTIF SEBAGAI KUMPULAN INFORMASI,” Fihris J. Ilmu Perpust. Dan Inf., vol. 16, No. 1.
- [11] Hamzar N, Shiddiq A.M. (2020). Analisis Pengaruh Beban terhadap Heat Rate pada Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jenepoto 2 x 135 MW. Sinergi 2020. Vol. 18 Hal. 233-240.
- [12] Suhendra D, Bintoro A.W. (2021). Analisis Pengaruh Perubahan Beban Boiler terhadap Konservasi Energi di PLTU SU5. Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 ISSN: 2549-2888.
- [13] Kadir, Hasanudin La. (2020). Analisis Sistem Heat Race Net Plant (NPHR) di NII Tanasa Pada Pembangkit Tenaga Uap dengan Kapasitas 2 x 10 MW. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. Vol. 11 ISSN: 2085-8817.